Summer Movie - May

Summer Movie - May
Showing posts with label West Movie. Show all posts
Showing posts with label West Movie. Show all posts

Thursday, 15 March 2012

[Trailer Movie] The Women In Black

Pengacara muda dari London, Arthur Kipps dan juga seorang duda, terpaksa meninggalkan putranya berusia tiga tahun untuk sebuah perjalanan ke desa terpencil Crythin Gifford untuk menangani pemilik Eel Marsh House yang wafat. Namun saat ia tiba di mansion tua dan menyeramkan tersebut, ia menemukan rahasia masa lalu penduduk desa yang kelam, dan walaupun penduduk desa berusaha menyembunyikan kisah tragis desa mereka, Kipps sadar rumah kliennya telah dihantui seorang hantu wanita, dimana hantu tersebut mencari sesuatu dan tidak akan berhenti membalaskan dendam . Tak tak seorangpun akan selamat.. sampai dia menemukannya.


Pictures from some scenes :






Lihat trailer lengkap disini.


credit : yahoo movies

Wednesday, 14 March 2012

[News] Still In MIB : Men In Black 3


  • Special effects make-up artist Rick Baker membeberkan berita bahwa Men in Black III akan menampilkan alien-alien retro
  • Will Smith dan Tommy Lee Jones akan kembali membintangi film ketiga tersebut yang bercerita tentang agen J dalam perjalanan ke masa lalunya untuk bertemu agen K muda.
  • Dilansir dari Digital Spy, alien-alien retro yang akan ditampilkan terinspirasi dari film B-movie tahun 1950 dan 1960-an, "Salah satu hal yang menarik adalah perjalanan menembus waktu yang ada dalam cerita. Dan yang saya suka adalah karena kita kembali ke markas Men in Black di tahun 60-an," jelas make-up artist film Men in Black III tersebut
  • Jemaine Clement, Emma Thompson, Nicole Scherzinger, Alice Eve dan Michael Stuhlbarg juga akan muncul dalam film komedi sci-fi tersebut.

credit : 21cineplex

Monday, 12 March 2012

[Review Movie] Puss In Boots : Perburuan Telur Emas

Siapa yang tak kenal dengan Antonio Banderas si The Mask Of Zorro? Namun ini bukanlah kisah tentang Zorro, namun kali ini Antonio beperan sebagai kucing yang memakai sepatu boot! Film yang dirilis pada 28 Oktober 2011 ini mengisahkan Pussy sebelum bertemu dengan Shrek, dan ini merupakan cerita yang terpisah tentunya.

Sebuah film animasi dari Dreamwork Animation, setelah sukses menggarap How To Train Your Dragon dan Kungfu Panda. Berkisahkan tentang Pussy yang harus berkelana karena menjadi buronan ini, sangat lihat memainkan pedang, kucing yang sedikit playboy karena merasa punya kharisma, dan masih mengandalkan mata berkaca-kaca layaknya kucing yang menggemaskan untuk menipu lawan.

Puss (Antonio Banderas) menjadi buronan bukan begitu saja, ini ada kaitanya dengan masa lalunya yang dirasa kelam. Dulu dia tinggal di sebuah panti asuhan, di mana ibu asuhnya yang menyayanginya dan sahabat karib sebuah telur, Humty Dumty (Zach Galifianakis). Yeah telur yang bisa berbicara, dan mempuai imajinasi di luar batas bagi si Puss, mencari kacang ajaib! Pencarian inilah yang akhirnya membuat kedua kawan ini terputus persahabatannya.

Diawali impian yang berubah menjadi obsesi, Humty menjebak Puss untuk bekerja sama dalam sebuah kejahatan, dan hal yang paling pahit bagi Pussy yaitu mengecewakan ibu asuhnya. Bertahun-tahun kemudian dia bertemu lagi dengan Humty Dumpty dan Kitty Softpaws, dan mengajak Pussy untuk merebut kacang ajaib dari tangan Jack (Billy Bob Thorton) dan Jill (Amy Sedari).

Kacang ajaib ini yang akan mengantarkan mereka sebuah negeri dimana ada angksa yang bisa bertelur emas! Angsa inilah yang diinginkan Humty Dumty. Namun dibalik semuanya, ada rencana besar untuk Puss, apakah itu?
Animasi yang disutradari oleh Chrish Miller (Shrek The Third) cukup menghibut dan standar animasi seperti lainnya. Hanya saja saat saya melihat Puss In The Boots, saya seperti melihat sosok Antonio yang khas di The Mask of Zorro, atau karena suaranya yang khas. Adegan yang paling saya sukai yaitu Puss yang berdansa, sekaligus bertarung dengan si Kitty Softpaws, saya rasa hanya bisa ditemukan di animasi ini. Dan satu lagi, pilihan yang sangat tepat sekali dari awal tokoh Puss ( bermula dari Shrek) diisi oleh Antinio Banderas, dan karakter ini akan terus melekat saya kira.

Overall animasi ini cukup menghibur yang pasti karena disertai bumbu yang lucu dan happy ending (oh yeaah). Namun tetap merasa aneh dengan karakter Humty Dumpty, he was an egg! Sedikit aneh menurut saya. Walau tidak melihat akting dari aktor favorit aku, sangat senang bisa mendengar suara dia yang kental sekali logat latinnya. Namun tak luput juga Puss in The Boots mendapat nominasi animasi terbaik (Best Animated Feature Film) walau harus tersingkir dengan menangnya si bunglon Ranggo.

I give  popcron  out of  5 untuk animasi ini. Hahha..



Written by Asri
Credit : wikipedia
pictures by Google

Sunday, 11 March 2012

[Review Movie] Hugo : Bukan Sekedar Film Petualangan Anak-Anak.

Akhirnya Hugo ditayangkan di cinema tanah air mulai awal Bulan Februari ini, walau sebenarnya Film karya Martin Scorsese ini rilis di International pada tahun 2011 kemarin. Setelah sehari sebelum menonton film ini, saya beruntung mendapatkan novel asli karya Brian Selznick, The Invention Of Hugo Cabret yang diluncurkan tahun 2007. Novel inilah yang diangkat kedalam layar lebar oleh Martin.

Di luar bayangan saya ketika melihat thrillernya, dan menyadari Hugo bukanlah sekedar film petualangan seperti film anak-anak lainnya. Jika kalian membayangkan sebuah petuangan yang seru dan menegangkan maka kalian tak sepenuhnya benar, di film Hugo inilah terdapat filosofi yang mungkin oleh saya sendiri tidak pernah terlintas dalam benak saya.

Maka pantaslah Hugo dianganugerahi 5 piala oscar dalam kategori teknis (best cinematography,art direction,special effects,film editing,dan sound editing) oleh para juri Oscar 2011. Dari segi cerita, tampilan visual dalam bentuk 2D maupun 3D, akting para pemain, dan tentunya dengan modal sutradara sekelas Martin Scorsese (Gangs of New York,The Departed,The Aviator) dan penulis skenario John Logan (Any Given Sunday,Gladiator,The Aviator) film Hugo menjadi film yang berkelas.

Hugo Cabret (Asa Butterfield) adalah bocah yang tinggal sendirian di stasiun kereta di Paris. Dia hidup seperti hantu, sebisa mungkin tak terlihat oleh orang-orang terutama Inspektur Stasiun, Gustave (Sacha Baron Cohen) . Pada awalnya Hugo hidup bersama ayahnya (Jude Law), tukang perbaiki jam. Suatu hari ayahnya menemukan  automaton  (manusia otomatis) di musium dan dalam keadaan tak terawat. Hugo sangatlah antusias untuk memperbaiki bersama ayahnya. Tak disangka, ayah Hugo meninggal di musium yang terbakar, Hugo terpaksa ikut dengan pamannya yang bekerja menjaga jam di stasiun.
Cerita kembali mengalir ketika pamannya tak pernah kembali, dan takut dirinya dibawa ke panti asuhan. Hugo menjaga jam-jam stasiun agar tetap berdetak,seolah-olah pamannya masih ada. Dengan demikian Hugo tetap mampu memperbaiki  automaton dengan mencuri suku cadang dari pemilik toko mainan, peninggalan ayahnya yang diyakini memiliki pesan untuknnya.

Mencuri sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Kemudian ulahnya ditangkap oleh pemilik toko mainan, Georges Melies (Ben Kingsley). Hugo dipaksa bekerja dengannya jika ingin catatan bukunya yang berisi gambar-gambar automata kembali. Kejadian inilah terjalin cerita tentang Hugo Georges dan Melies yang menyimpan sebuah rahasia masa lalu, dan berkaitan dengan automaton penemuan ayahnya.

Bersama Isabelle (Chloe Grace Moretz), anak baptis Georges, mereka berusaha memecahkan misteri masa lalu George dan menghidupkan kembali automaton, dan yang pada akhirnya sebuah pertanyaan menggelitik Hugo. ”Mesin selalu dibuat dengan suku cadang yang sesuai kebutuhannya.Tidak ada suku cadang tambahan.Jadi,aku jelas bukan suku cadang tambahan.Aku ada di sini pasti karena suatu alasan,”. 

Dan inilah yang membuktikan Hugo bukalan cerita petualangan anak-anak kebanyakan tipikal, ketika Hugo menanggisi kesendiriaannya di dunia ini, ketika Hugo membandingkan dunia ini sebuah mesin raksasa seperti automata bahkan jam dan mereka komponen di dalamnnya, dan seperti yang Hugo kemukakan, dia bukanlah suku cadang tambahan, ada tujuan atas eksistensinya di dunia ini. Alasan inilah yang membuat saya tidak berajak tidur di kursi penonton, karena saya ingin tahu jawaban atas pertanyaan Hugo tadi!

Dan rasanya puas akan visual efect yang ditampilkan begitu memukau, diawali adegan one screeen shot di stasiun Paris tahun 1930-an, hiruk pikuk lalu lalang orang-orang, kesibukan para pekerja, penjual toko, dan pada akhirnya terlihat Hugo sedang mengintip Georges Miles melalu jam dinding stasiun. Kita dibawa seakan ikut merasakan hidup saat masa tersebut. 

Dan siapa yang tak kenal aktor Ben Kingsley? Aktor senior yang telah banyak membintangi film besar, saya sendiri baru sadar dia berperan antagonis di Prince of Persia. Dan rasanya pas sekali Hugo Cabret diperankan Asa Butterfield yang pertama kali saya lihat di film Nanny McFee 2 Big Bang. Penampilannya yang dekil, kusut dan kurus rasanya pas.

Dan pada akhir film, saya benar-benar menyadari makna tersirat dalam film Hugo melalui dialog-dialognya.

Sekedar informasi tambahan, nama karakter George Melies bukan semata rekaan. Saat saya membaca buku diakhir halaman, George Melies benar-benar nyata namun kepribadiaannya hanya imajinasi penulis novel tersebut, demikian juga tokoh Hugo dan Isabelle


Written by Asri
Credit : Wikipedia
Image by Google


Saturday, 10 March 2012

[Review Movie] The Adventures of Tintin :The Secret of the Unicorn : Pencarian Harta Karun Haddock

Akhirnya melihat ulang animasi yang dibuat versi motion picture dan 3D. Jika kalian penggemar serial buku Tintin pasti tak asing lagi dengan tokoh yang haus akan petualangan dan ditemani sang anjing peliharaan, Snowy. Pertama saia melihatnya di cinema kesayangan, namun aku pikir cukup layak untuk dilihat ulang bersama keluarga di weekend.

Cerita bemula saat Tintin, seorang reporter yang dikenal handal memecahkan kasus misteri dan Snowy berjalan-jalan di pasar kota London, dan tak sengaja menemukan penjual replika kapal Unicron yang legendaris. Tanpa sadar inilah awal mula petualangan Tintin untuk memecahkan misteri kapal Unicron yang tenggelam, asal usul keluarga Kapten Haddock dan Sang Red Racham.

Film animasi besutan Stephen Spielberg memang pantas ditunggu oleh penggemar Tintin, animasi yang dibuat beda dan tepat sekali dibuat versi motion picture karena mampu menggambarkan karakter dalam film secara nyata dan detail dari masing-masing tokoh. Saia lebih menyukai penggambaran karakter Captain Haddock disini. Seorang kapten yang kapalnya dibajak, pemabuk, lucu namun sebenarnya darah Haddock mengalir sebagai seorang pelaut ulung. Dan didukung suara Andy Serkis yang khas dan terasa pas.

Secara keseluruhan animasi ini tampil memukau dari segi visual, dan karena telah tayang lama dicinema akhir tahun lalu, sebenarnya layak untuk dilihat versi 3D-nya. Jalan cerita yang mengalir seru, inilah salah satu versi animasi terbaik petulangan Tintin dan sebenarnya Spielberg menggabungkan 3 buku Tintin untuk film ini, yaitu The Adventures of Tintin, The Crab with the Golden Claws (1941), The Secret of the Unicorn (1943) dan Red Rackham’s Treasure (1944).

Namun diantara banyak adegan, langsung teringat dengan adegan pertarungan Moyang Haddock dan Red Racham bertarung hebat di kedua kapal, ditengah lautan. Adegan mengingatkan saja dengan salah satu film Pirates of Caribbean.

Saia sendiri sempat membayangkan bagaimana jika The Adventur of Tintin disajikan dengan versi live action? kurasa belum tentu akan bagus hasilnya.

Dan saia menyelipkan satu kalimat panjang Quotes dari Captain Haddock :
"Failed. There are plenty of others willing to call you a failure. A fool. A loser. A hopeless souse. Don't you ever say it of yourself. You send out the wrong signal, that is what people pick up. Don't you understand? You care about something, you fight for it. You hit a wall, you push through it. There's something you need to know about failure, Tintin. You can never let it defeat you"

[Review Movie] The Artist , Film Hitam Putih Yang Menakjubkan!

Tak menyangka di jaman serba 3D bahkan telah hadir 5D, akan disuguhi dengan film bisu yang pertama kali saia tonton. Jelas ini pertama kalinya, karena film bisu hanya ada di tahun 1920-an atau awal abad 1900.

Film produksi tahun 2011, besutan sutradara asal Prancis ini, Michel Hazanavicus,berhasil memukau banyak penonton dan berhasil menyabet berbagai penghargaan, dan masih terhangat berhasil mendapatkan penghargaan best motiion picture atau film terbaik 2011 dan sutradara terbaik di ajang Oscar.

Pantas aku kira karena film ini mampu membius saia yang bisa dikatakan ini pertama kalinya melihat film hitam putih dan tanpa ada dialog.

Film The Artist bisa dikatakan memiliki alur yang sederhana. Berkisah tentang seorang artis yang popler kala itu tahun 1920-1930-an, George Valentin (Jean Durjain). Hampir seluruh film yang dibintanginya laku keras, dan digemari oleh semua orang, termasuk Peppy Miler (Berenice Bejo). Seiring berjalannya waktu, fim bisu dan hitam putih mulai tergerus oleh waktu dan tergeser dengan film dimana ada dialog suara antar pemain. Dan akhirnya George tenggelam, terpuruk dalam depresinya. Sedang peppy Miler tengah naik daun menjadi artis terkenal. Disinilah konflik terjadi antara Peppy Miler yang sebenarnya mengangumi George, dan membantunya keluar dari rasa depresinya.

Walau ini film bisu, jangan kuatir tidak mengerti alur ceritanya karena acting pemainnya yang bagus dan mengandalkan gerak tubuh dan mimic muka, dan disinilah tantangannya sebenarnya. Bagaimana menyampaikan cerita kepada pentonton tanpa dialog. Namun dibeberapa adegan disisip dengan teks tulisan dialog antar pemain, itupun tak banyak.

Dan diiringi dengan music khas tahun era 1920-an dipadu acting pemain, Michel benar-benar mampu menghidupkan film The Artis sebagai film bisu di era yang serba canggih.
Dan sangatlah pantas jika actor asal Prancis Dean Durjain dianugrahi actor terbaik di berbagai ajang seperti Golden Globe, Cannes, BAFTA Film Awards dan terakhir Academy Award alias Oscar.

Salah satu film yang berkesan menurut saia..tontonlah, dan rasakan kembali ke era jadul dikala hanya ada layar hitam putih.

Written by Asri

Thursday, 6 January 2011

Film : Gulliver's Travels

Kemarin tanggal 5 Januari merupakan hari libur karena diadakan "pesta rakyat" seantero kota Batam,yupps..pemiliham walikota. Berhubung saya adalah warga negara yang baik, rajin menabung dan tidak pernah menerobos lampu merah maka saya pun ikut memilih. Dan saya juga bukanlah penganut golputarisme..heheh. Setelah diadakan rapat keluarga alias berembuk maka diputusakan akan memilih calon A. Well..thats my family..aneh!.
hahahha *tertawa getir
Oiya..calon yang kami pilih untuk sementera unggul dalam pemilihan suara.*sungguh kami sebenarnya bukan fanatik mereka!

oke deh..lets off the main topic.

Libur rasanya kurang afdol jika tidak jalan-jalan keluar, maka saya pun memutuskan untuk melihat film Gulliver's Travel dicinema 21. Dengan berbekal tekad yang kuat maka saya pun kabur ke gedung bioskop favorit saya.
Aku preview sedikit filmnya ya..^^v

Saturday, 4 December 2010

THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER 3D (CH3D) - Cinema 21


Akhiiiinya pelem yg aku sudah tunggu selama 2 th..
yeeaaaa...narnia yg ke tigaaa..
langsung cabut ke XX1..
^_^

THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER 3D (CH3D) - Cinema 21

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms