Summer Movie - May

Summer Movie - May
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Tuesday, 15 May 2012

Movie Review : 21 Jump Street (2012)

[21 Jump Street Review]
Mungkin bukan tema yang asing lagi 2 orang polisi yang merupakan partner kerja menyamar menjadi siswa dan menyusup ke sekolah untuk mengungkap sebuah kasus yang melibatkan siswa. Salah satunya ya tentu saja 21 Jump Street yang diangkat dari serial tivi Amerika yang terkenal di era akhir 80'an.

Kini di tahun 2012, 21 Jump Street diangkat ke layar lebar dan diperankan oleh Channing Tatum dan Jonah Hill dan berharap mengikuti kesuksesaan serial Tv-nya tentunya. Di sutradarai oleh Phil Lord dan Chriss Miller, menciptakan sebuah film 21 Jump Street versi modern yang cukup menghibur.

Kisah bermula saat Schmidt (Jonnah Hill) dan Jenko (Channing Tatum), yang seusai lulus sekolah menengah melanjutkan ke akademi kepolisian. Mereka yang awalnya tidak begitu akrab jaman sekolah menjadi dekat karena saling bahu membahu untuk lulus menjadi seorang polisi. Cita-cita merekapun tercapai menjadi seorang petugas kepolisian, yang diawalnya ditempatkan sebagai polisi jaga yang keliling naik sepeda. Oh yeaah bukan yang diinginkan keduanya yang mengira akan ada adegan pertemuran yang seru dengan menjadi polisi.

Namun kesempatan itupun tiba ketika keduanya ditempatkan di bagian khusus penyamaran di bawah kendali Captain Dickson (Ice Cube) yang dinamakan 21 Jump Street yang berisikan anggota ahli menyamar ke sekolah ataupun kampus untuk menyusut kasus-kasus. Kedua polisi muda inipun dipilih untuk menyelidiki peredaran sebuah obat terlarang yang terbilang baru di sebuah sekolah umum, dengan cara menyamar menjadi siswa karena dirasa mereka cukup muda alias babyface (?).

Jenko yang dahulu merupakan siswa yang terkenal tentu saja percaya diri mampu beradaptasi secara cepat. Namun diluar perkiraan keduanya, keadaan sekolah sekarang beda cuy dengan keadaan sekolah jaman bahula. Hahha, keduanya pun harus berjuang beradaptasi di sekolah baru mereka sambil mencari tahu siapa biang keladai pengededar obat terlarang tersebut.
Terus terang belum pernah melihat 21 Jump Street versi layar televisi yang diperankan oleh (OMG!) Johnny Deep ini. Namun tak mengurangi antusias menonton karena selama 2 jam, film ini mampu menyajikan kekonyolan demi kekonyolan 2 officer ini. Belum lagi kemelut-kemelut remaja yang harus mereka hadapi, kocak itulah yang dirasakan saat keduanya harus bertukar peran, siapa yang menjadi famous guy atau siapa yang menjadi kutu kupret eh kutu buku guy. So far adegan-adegan yang ada di film ini banyak mengadaptasi adegan klasik dimana film undercover lainnya. 
 
Duet Channing Tatum dan Jonah Hill pun patut mendapat acungan jempol, layaknya couple yang sudah klop dan punya chemistry sendiri, mampu menghidupka film 21 Jump Street ini menjadi film yang menarik dilihat. Dan merasa terperangah ketika om Jonny Deep sendiri menjadi bintang tamu walau harus tampil beberapa menit dan akhirnya yang tragis. Tapi tidak mengurangi kekonyolan yang menjadi ciri khas mas Jonny sendiri.

Penasaran melihat aksi keduanya? Silakan melihat sendiri. Dan ingat, ratingnya untuk R alias Remaja for crude and sexual content, pervasive language, drug material, teen drinking and some violence. I had warned you guys. :)
Jhonny Deep di versi asli  serial tv 21 Jump Street

I am real Hary Potter! Always have been and always will be!
Rating : errm..little confuse, maybe 2,5 out of 5. :LOL


credit : IMDb
picture : google, I Am 21 Jump Street

Friday, 11 May 2012

Review The Vow, Momen Benturan Yang Mengubah Segalanya (2012)

[The Vow]




"Teoriku adalah momen benturan ini. Cahaya dengan intensitas tinggi yang memutar balikkan kehidupan kita. Sebenarnya berujung pada kita menemukan siapa diri kita. Ada sejumlah momen yang pernah kita alami. Dengan semua orang-orang yang pernah kita kenal. Dan momen-momen inilah yang menjadi sejarah kita. Seperti kenangan terbaik kita sendiri yang. Kita mainkan dan ulang di pikiran kita. Berulang-ulang kali."

Apa jadinya jika orang yang paling kau cintai melupakanmu dan menganggapmu sebagai orang asing? Sebuah film yang terinspirasi dari kisah nyata ini di bintangi oleh Rachel McAdams dan Channing Tattum.

Kisah bermula dari sepasang suami istri yang sedang berbahagia, Pagie (Rachel McAdams) dan Leo (Channing Tattum) merayakn anversary mereka. Tragedi dimulai usai melihat film bersama, tak disangka kesalahan kecil yang dilakukan Pagie yang melepas sabuk pengaman merubah hidup mereka berdua. Sebuah truk menghantam mobil mereka yang sedang parkir, Pagie terlontar keluar, membuat dia dalam keadaan koma.

Kemudian Pagie tersadar, sayang dia mengalami amnesia yang menghapus segala memori yang berkaitan dengan Leo. Termasuk romantisme keduanya, kini Pagie menandang Leo sepenuhnya sebagai orang asing. Namun Pagie hanya kehilangan ingat beberapa tahun sebelumnya, tidak dengan ingatan jangka panjangnya dan tidak menghapus ingatan saat dirinya remaja dan siapa keluarganya.
"Life's all about moments, of impact and how they changes our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them?"

Leo yang dilanda syok mencoba untuk tetap bertahan karena dia yakin cintanya Pagie terhadapnya tak akan hilang. Namun kenyataannya tak demikian, Pagie merasa janggal karena dirinya kini mengetahui sudah menikah, kenapa Pagie meninggalkan sekolah hukumnya, bahkan tak mengerti kenapa dirinya memutuskan pertunangannya dengan Jeremy, kekasih semasa kuliah. Pagie curiga, Leo menikahinya karena alasan tertentu, hal ini dibantah oleh Leo tentunya, dan kilas balik Leo saat bertemu dengan Pagie dan bagaimana bahagianya mereka saat memutuskan menikahpun terlintas di benak Leo.
" I vow to fiercely love you in all your forms, now and forever. I promise to never forget that this is a once in a lifetime love."

Kesempatan ini digunakan orang tua Pagie yang sudah lama putus kontak dengannya untuk membawa pulang Pagie. Namun ditahannya oleh Leo, merasa dirinya suami yang bertanggung jawab atas Pagie, akhirnya Pagiepun setuju untuk pulang bersama Leo. Keadaan tidak membaik, bahkan menjadi tekanan Pagie saat dia tiba di tempat asing, bersama teman-teman yang kini tak dikenalnya.

Leo berusaha tetap ada untuk Pagie, berusaha untuk mengambalikan memori Pagie, akan kebiasan Pagie saat bersamanya, akan pekerjaannya sebagai pemahat yang handal yang semakin membingungkan Pagie karena itu impian lamanya yang sudah dilupakan menjadi pemahat. Namun semuanya tak semulus yang dibayakan Leo. Pagie tetap merasa tak nyaman dan membuat dia memutuskan untuk kembali kerumah orang tuanya. Leo terpaksa menerimanya.

Suatu malam, Leo diundang untuk dinner bersama keluarga Pagie. Leo mendapati dirinya tak cocok dengan lingkungan Pagie dan teman-temannya. Dan yang paling menyakitkan dirinya yaitu dia melihat Pagie sebagai sosok yang tak dikenalnya, memandang mantan tunangannya dengan penuh cinta semakin memuat Leo sakit. Namun Leo tak patah arang, jika memori Pagie tak kembali maka dia memutuskan untuk membuat memori yang baru bersama Pagie dengan mangajak kencan Pagie kembali. Menjalin hubungan mulai dari awal. 

Lagi-lagi kendala dihadapi Leo. Ayah Pagie yang memaksa Leo untuk meceraikan Pagie demi kebaikannya. Keadaan semakin diperparah saat Pagie marah kepada Leo karena memukul Jeremy. Pertahanan Leo jebol, dia terpaksa menyetujui percerainnya, semata hanya untuk kebahagian istrinya. Dan Pagie memulai hidup baru dengan sekolah hukumnya.


Review :
Sudah lama aku tidak melihat drama romantis yang menyentuh hati. Film yang sarat akan akan esmosi, melihat The Vow seakan ikut merasakan kesedihan Leo, dan keyakinan akan cintanya terhadap Pagie, it's just so sweet things! Channing Tatum, yang lama tak bermain drama tak menyurutkan peraannya untuk bersikap romantis senatural mungkin, pria yang kehilangan kekasihnya dan berusaha untuk membuat Pagie cinta Leo kembali. Definitly makes me falling in love with him! The Vow sebuah jalinan cerita melodrama sederhana yang membuat kita berdecak empati, ooh..poor litle boy. :)

Jika Tatum mampu menyihir aku untuk berempati kepadanya, tokoh Pagie membuat aku sadar, tentu saja siapapun yang mengalami seerti keadaan Pagie akan bersikap demikian. Kehilangan memori jangka pendeknya dan tiba-tiba mendapati dirinya menjadis seorang istri dari pria yang kini tak diingatnya. Tentu mengerikan, dan Rachel mampu membawakan dengan baik. Betapa serasinya mereka saat menjalani masa-masa bahagia dan tertawa bersama, saling jatuh cinta, such a sweet couple dan chemistrynya begitu pas.

Lantas mampukah Leo mengembalikan ingatan Pagie terhadap dirinya dan cintanya? Atau mereka akan menjalani kehidupan masing-masing, just move on just like that? Maka silakan melihat sendiri film The Vow yang rilis 12 Februari 2012 dan arahan sutradara Michael Sucsy (Grey Gardens)
Film The Vow sendiri terinspirasi dari kisah nyata Kim dan Krickitt Carpenter, pasangan pengantin baru dari Las Vegas, New Mexico. Hanya 10 minggu setelah menikah, suatu kecelakaan mobil mengakibatkan Krickitt mengalami koma selama empat bulan. Ketika akhirnya tersadar, ia kehilangan memorinya. Krickitt bahkan tidak tahu siapa Kim. Suatu kisah yang romantis yang patut untuk dilihat dan belajar untuk memegang teguh sebuah janji setia akan orang yang kita cintai. Mencintai pasangan apapun keadaannya. :)

"The moment of impact. The moment of impact proves potential for change. Has ripples effects far beyond what we can predict. Sending some particles crashing together. Making them closer than before. While sending others spinning off into great ventures. Landing them where you've never thought you've found them. That's the thing about moments like these. You can't, no matter how hard you try, controlling how it's gonna affect you. You just gotta let the colliding part goes where they may. And wait. For the next collision."

Ratings by me : 3 out of 5 ^^

Pitures : google
Credit : IMDb

Monday, 7 May 2012

Review Marvel's The Avengers, Ketika Para Superhero Disatukan

Film yang ditunggu-tunggu akhirnya rilis juga di Indonesia 4 Mei 2012 kemaren. Bisa di pastikan film The Avengers merupakan film yang mengawali perebutan penonton di summer ini. Ingat, musim summer ini akan dibanjiri film yang oke punya.
The Avengers di awali dengan kedatangan Loki ke bumi (bagi yang sudah lihat film Thor 2011 maka tidak akan asing dengan adik angkatnya ini). Loki mencuri sebuah benda yang memiliki engeri besar untuk membuak pintu dimensi antara dunianya dan bumi. Dia jelas bermaksud untuk menjadi 'Raja' di muka bumi. Nick Fury (Samuel L.Jackson), ketua tim S.H.I.E.L.D gagal menahan langkah Loki ini. Karena merasa bertanggung jawab maka dimulailah rencana untuk mengumpulkan the Avengers, proyek yang sempat dia hentikan.
Di awali dengan Black Widow (Scarlett Johansonss) yang membawa paksa dr. Benner 'Hulk' (diperankan dengan sangat pas oleh Mark Rufallo). Sementara itu asisten Fury, Agen Phil Choulson (Clark Gregs) menyambangi si Manusia Besi, Tony Stark untuk bergabung dalam tim Avengers. Nick Fury secara pribadi meminta Captain America (Chrish Evans). Maka dimulailah penggabungan para superhero ini.

Tentu saja tidak akan semudah yang dibayangkan untuk menyatukan para jagoan yang biasa beraksi sendiri ini. Bahkan sempat Iron Man saling adu kekuatan dengan Thor saat Thor menggondol Loki dari tahanan mereka. Thor merasa bertanggung jawab atas ulah Loki yang dirasanya Loki hanya dendam terhadap dirinya. Dan lagi-lagi Captain America yang dirasa kurang cocok dengan sifat arogannya Iron Man sempat bersitegang dengannya.
Okeh, ku akui tidak ada sedikitpun rasa kekecewaan dari film The Avengers. Film yang merupakan project ambius Marvel Studios yang sudah dirancang jauh sebelumnya. Yang sempat direncanakan untuk rilis tahun 2011 dan mengalami penundaan sehingga dirilis tahu 2012. Di sutradarai oleh Joss Whedoon yang notabene merupakan penggemar komik dan mampu menghasilkan film The Avengers sebagiamana mesti film superhero yang dipenuhi spesial efecknya. Maka filmnya berdurasi 2,5 jam ini membuat para penonton tidak akan beranjak dari tempat duduknya, film yang tetap tidak kehilangan rasa humorisnya yang membuat kita tertawa ditengah rentetan action sepajang film. Dan senang rasanya tokoh Gwyneth Paltrow sempat muncul sebagai Pepper Potts di film Iron Man (2008) sehingga masih ada rasa original dari masing-masing film tersebut.

Dari segi pemain tidak ada perubahan yang berarti dari masing-masing film individual para tokoh jagoan ini. Iron Man tetap di perankan oleh Robert Downey Jr yang sungguh tidak bisa aku bayangkan jika diperankan aktor lain, tokoh inilah yang jujur aku tunggu aksinya di The Avenger. Sosok yang humoris sarkastik, suka mengejek,egois dan suka tampil didepan yang pada awalnya diragukan bisa menyatu dalam tim The Avenger oleh Nick Fury. Selain itu Thor masih ditetap dengan Chrish Hemsworth, Captain America / Chrish Roger dimainkan oleh Chrish Evans yang mengejutkan aku disini ia mampu bermain baik, dan tak mengecewakan seperti film dia di terdahulunya (Captain America 2011).
Tokoh yang benar-benar menarik aku yaitu sosok si raksasa hijau, Hulk, kali ini diperankan dengan sangat-sangat pas oleh Mark Rufallo yang disatu sisi di mampu menampilkan sosok tenangnya, namun tetap menyembunyikan sosok gelapnya sebagai Hulk. Dan satu lagi, sosok yang masih asing oleh aku, Hawkeye, si pemanah lihai! Mungkin dia bukan superhero seperti lainnya yang memiliki kekuatan super, namun dengan ketangkasan dia dalam memanah dan bertarung tak menyurutkan 'kharisma' dia sebagai sosok jagoan.

Pada akhirnya sebuah film summer pertama yang fantastik, dimana mereka rela berbagi camera satu sama lain. :D

Finnaly, siapa Avengers favorit kalian?

Pilihan aku jatuh para Hawkeye dan Black Widow. Mungkin karena aku suka sama tokoh yang ahli memanah, bahkan Iron Man sempat memanggil dia Legolas (Tokoh Elf yang lihai memanah di Lord of The Ring). :Lol. Overall, such an adorable couple! They should become lead characters in their own film!!!! Cocok bgt!!

Wednesday, 28 March 2012

[Review Movie] The Hunger Games : Games yang Mematikan

Finally, setelah rilis dan tayang di cinema Indonesia 23 Maret, baru bisa kesampaian melihatnya semalam. Rasa penasaran yang bikin aku bela2in melihatnya. And the result is..wowww..such a damn awesome movie and deadly games!!

Untuk sekedar saran, aku tidak akan mengajak adek/anak-anak yang masih berusia 13 tahun kebawah, karena jalan cerita yang aku sadari tidak cocok untuk mereka, diantara beberapa adegan yang sedikit mengumbar kekerasan, jalan ceritanya sendiri merupakan pertarungan yang mematikan antara para tributes (peserta) yang berusia 12-18 tahun.

Tak jauh di daerah Amerika Utara yang kini runtuh, bencana kekeriangan, kelaparan, dan perang yang pada akhirnya dimenangkan oleh Panem. Sebuah negara yang dibagi atas 12 distrik. Nama ke 12 distrik ini juga mewakili tingkat kesejahteraan. Jadi bisa dipastikan distrik 12 merupakan wilayah yang paling miskin. 70 tahun yang lalu masyrakat distrik ini pernah melakukan pemberontakan kepada The Capitol, sistem pemerintah Panem yang terkesan otoriter. Maka untuk mencegahnya terulang dan juga sebagai hukuman, setiap tahun seorang anak laki-laki dan perempuan di pilih di setiap distrik untuk mengikuti The Hunger Games. Permainan di mana ada unsur hiburan, namun butral yang disiarkan secara langsung oleh pihak Panem. 24 tributes dipaksa untuk mengeliminasi lawan mereka.

Adalah Katnees Everdeen yang menjadi sukarela menjadi peserta menggantikan adiknya yang semula terpilih lewat pengundian. Bersama Peetta, laki-laki yang dikenal Katness sebelumnya mewakili distrik mereka yang terbilang wilayah miskin.

Akhirnya memang termasuk film yang memuaskan dari awal adegan Katness yang berburu dengan memanah yang akurat sampai dia terpilih sebagai pemenang Hunger Games. Sudah dipastikan karakter gadis yang kuat dan akan mejadi atribute yang tangguh tak mudah dikalahkan dengan kelihaiannya memanah. Walau pada dasarnya aku kurang 'setuju' kenapa harus ada pertarungan bernama Hunger Games, disiarkan secara langsung dapat disaksikan jutaan pemirsa termasuk keluarga didistrik masing-masing, dan dimana tributes merupakan anak-anak terpilih (mereka menyebutnya sukarelawan) yang berumur 12-18 tahun.

Namun demikian sang sutradara cukup cerdik dengan memperhalus adegan-adegan berdarah dengan tidak menshoot secara jelas adegan saling bunuh. Ini terlihat sesaat Hunger Games dimulai di arena, saat para atribute diperkenankan untuk saling mengambil jatah persediaan dan persenjataan. Maka saat itulah mereka diperkenankan untuk saling menjatuhkan lawan, adegan ini yang hanya sekilas saja dipertontonkan, bukan adegan yang berdarah-darah. Hal ini bisa dimaklumi secara pihak produksinya sendiri ingin mendapatkan rating PG-13 (film dimana boleh ditonton usia 13 tahun keatas).

Oh Yeah bicara akting, tokoh utama Katness Everdeen yang dibawakan oleh Jennifer Lawrence memang menampilkan akting yang totalitas. Dibesarkan di distrik yang kurang begitu maju membuat dia harus bertahan hidup dengan berburu, daripada meminta-minta jatah pangan dari The Capitol, pemerintah Panem. Inilah yang membuat katness sosok yang tangguh di arena yang diset dalam bentuk hutan.

Begitu juga dengan lawan mainnya, Josh Hutcherson yang berperan sebagai Peeta Mellark. Satu tim dengan Kattnes yang berada dari distrik 12, cenderung melihat keadaan dan memposisikan dirinya pada situasi arena. Jadi tak heran dia sempat mengikuti perintah dari tributes yang kuat.

Tak semuannya Hunger Games berisi adegan pertarungan, namun sang sutradara menyelipkan roman cinta antara keduanya, walau baik Katness dan Peeta sepertinya bersandiwara agar keduanya selamat dan menjadi pemenang. Dan pada akhirnya tidak saling bunuh. Ending yang sudah diduga sebelumnya, begitu klise namun tetap apik sekali lagi.

So far, The Hunger Games patut mendapatkan acungan jempol dengan cerita yang disajikan mampu membuat aku merasakan ketegangan dan tidak ada unsur membosankan dalam film ini. Salah satu film yang membuktikan film yang apik untuk dilihat yang sebelum promosi yang besar-besaran dan di klaim mampu menyaingi serial Twilight!


Detail Movie :
The Hunger Games (2012)
Director : Gary Moss
Screen Writer : Gary Moss, Suzanne Collins
Genres : Action, Drama, thriller
Country : USA
Realise Date : 12 March 2012 (USA), 22 March 2012 (INA)

Novel Trilogi by Suzanne Collins:
The Hunger Games
Catching Fire
Mockingjay



Credit : IMDb
Written by Asri @MovieZone

Monday, 12 March 2012

[Review Movie] Puss In Boots : Perburuan Telur Emas

Siapa yang tak kenal dengan Antonio Banderas si The Mask Of Zorro? Namun ini bukanlah kisah tentang Zorro, namun kali ini Antonio beperan sebagai kucing yang memakai sepatu boot! Film yang dirilis pada 28 Oktober 2011 ini mengisahkan Pussy sebelum bertemu dengan Shrek, dan ini merupakan cerita yang terpisah tentunya.

Sebuah film animasi dari Dreamwork Animation, setelah sukses menggarap How To Train Your Dragon dan Kungfu Panda. Berkisahkan tentang Pussy yang harus berkelana karena menjadi buronan ini, sangat lihat memainkan pedang, kucing yang sedikit playboy karena merasa punya kharisma, dan masih mengandalkan mata berkaca-kaca layaknya kucing yang menggemaskan untuk menipu lawan.

Puss (Antonio Banderas) menjadi buronan bukan begitu saja, ini ada kaitanya dengan masa lalunya yang dirasa kelam. Dulu dia tinggal di sebuah panti asuhan, di mana ibu asuhnya yang menyayanginya dan sahabat karib sebuah telur, Humty Dumty (Zach Galifianakis). Yeah telur yang bisa berbicara, dan mempuai imajinasi di luar batas bagi si Puss, mencari kacang ajaib! Pencarian inilah yang akhirnya membuat kedua kawan ini terputus persahabatannya.

Diawali impian yang berubah menjadi obsesi, Humty menjebak Puss untuk bekerja sama dalam sebuah kejahatan, dan hal yang paling pahit bagi Pussy yaitu mengecewakan ibu asuhnya. Bertahun-tahun kemudian dia bertemu lagi dengan Humty Dumpty dan Kitty Softpaws, dan mengajak Pussy untuk merebut kacang ajaib dari tangan Jack (Billy Bob Thorton) dan Jill (Amy Sedari).

Kacang ajaib ini yang akan mengantarkan mereka sebuah negeri dimana ada angksa yang bisa bertelur emas! Angsa inilah yang diinginkan Humty Dumty. Namun dibalik semuanya, ada rencana besar untuk Puss, apakah itu?
Animasi yang disutradari oleh Chrish Miller (Shrek The Third) cukup menghibut dan standar animasi seperti lainnya. Hanya saja saat saya melihat Puss In The Boots, saya seperti melihat sosok Antonio yang khas di The Mask of Zorro, atau karena suaranya yang khas. Adegan yang paling saya sukai yaitu Puss yang berdansa, sekaligus bertarung dengan si Kitty Softpaws, saya rasa hanya bisa ditemukan di animasi ini. Dan satu lagi, pilihan yang sangat tepat sekali dari awal tokoh Puss ( bermula dari Shrek) diisi oleh Antinio Banderas, dan karakter ini akan terus melekat saya kira.

Overall animasi ini cukup menghibur yang pasti karena disertai bumbu yang lucu dan happy ending (oh yeaah). Namun tetap merasa aneh dengan karakter Humty Dumpty, he was an egg! Sedikit aneh menurut saya. Walau tidak melihat akting dari aktor favorit aku, sangat senang bisa mendengar suara dia yang kental sekali logat latinnya. Namun tak luput juga Puss in The Boots mendapat nominasi animasi terbaik (Best Animated Feature Film) walau harus tersingkir dengan menangnya si bunglon Ranggo.

I give  popcron  out of  5 untuk animasi ini. Hahha..



Written by Asri
Credit : wikipedia
pictures by Google

Sunday, 11 March 2012

[Review Movie] Hugo : Bukan Sekedar Film Petualangan Anak-Anak.

Akhirnya Hugo ditayangkan di cinema tanah air mulai awal Bulan Februari ini, walau sebenarnya Film karya Martin Scorsese ini rilis di International pada tahun 2011 kemarin. Setelah sehari sebelum menonton film ini, saya beruntung mendapatkan novel asli karya Brian Selznick, The Invention Of Hugo Cabret yang diluncurkan tahun 2007. Novel inilah yang diangkat kedalam layar lebar oleh Martin.

Di luar bayangan saya ketika melihat thrillernya, dan menyadari Hugo bukanlah sekedar film petualangan seperti film anak-anak lainnya. Jika kalian membayangkan sebuah petuangan yang seru dan menegangkan maka kalian tak sepenuhnya benar, di film Hugo inilah terdapat filosofi yang mungkin oleh saya sendiri tidak pernah terlintas dalam benak saya.

Maka pantaslah Hugo dianganugerahi 5 piala oscar dalam kategori teknis (best cinematography,art direction,special effects,film editing,dan sound editing) oleh para juri Oscar 2011. Dari segi cerita, tampilan visual dalam bentuk 2D maupun 3D, akting para pemain, dan tentunya dengan modal sutradara sekelas Martin Scorsese (Gangs of New York,The Departed,The Aviator) dan penulis skenario John Logan (Any Given Sunday,Gladiator,The Aviator) film Hugo menjadi film yang berkelas.

Hugo Cabret (Asa Butterfield) adalah bocah yang tinggal sendirian di stasiun kereta di Paris. Dia hidup seperti hantu, sebisa mungkin tak terlihat oleh orang-orang terutama Inspektur Stasiun, Gustave (Sacha Baron Cohen) . Pada awalnya Hugo hidup bersama ayahnya (Jude Law), tukang perbaiki jam. Suatu hari ayahnya menemukan  automaton  (manusia otomatis) di musium dan dalam keadaan tak terawat. Hugo sangatlah antusias untuk memperbaiki bersama ayahnya. Tak disangka, ayah Hugo meninggal di musium yang terbakar, Hugo terpaksa ikut dengan pamannya yang bekerja menjaga jam di stasiun.
Cerita kembali mengalir ketika pamannya tak pernah kembali, dan takut dirinya dibawa ke panti asuhan. Hugo menjaga jam-jam stasiun agar tetap berdetak,seolah-olah pamannya masih ada. Dengan demikian Hugo tetap mampu memperbaiki  automaton dengan mencuri suku cadang dari pemilik toko mainan, peninggalan ayahnya yang diyakini memiliki pesan untuknnya.

Mencuri sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Kemudian ulahnya ditangkap oleh pemilik toko mainan, Georges Melies (Ben Kingsley). Hugo dipaksa bekerja dengannya jika ingin catatan bukunya yang berisi gambar-gambar automata kembali. Kejadian inilah terjalin cerita tentang Hugo Georges dan Melies yang menyimpan sebuah rahasia masa lalu, dan berkaitan dengan automaton penemuan ayahnya.

Bersama Isabelle (Chloe Grace Moretz), anak baptis Georges, mereka berusaha memecahkan misteri masa lalu George dan menghidupkan kembali automaton, dan yang pada akhirnya sebuah pertanyaan menggelitik Hugo. ”Mesin selalu dibuat dengan suku cadang yang sesuai kebutuhannya.Tidak ada suku cadang tambahan.Jadi,aku jelas bukan suku cadang tambahan.Aku ada di sini pasti karena suatu alasan,”. 

Dan inilah yang membuktikan Hugo bukalan cerita petualangan anak-anak kebanyakan tipikal, ketika Hugo menanggisi kesendiriaannya di dunia ini, ketika Hugo membandingkan dunia ini sebuah mesin raksasa seperti automata bahkan jam dan mereka komponen di dalamnnya, dan seperti yang Hugo kemukakan, dia bukanlah suku cadang tambahan, ada tujuan atas eksistensinya di dunia ini. Alasan inilah yang membuat saya tidak berajak tidur di kursi penonton, karena saya ingin tahu jawaban atas pertanyaan Hugo tadi!

Dan rasanya puas akan visual efect yang ditampilkan begitu memukau, diawali adegan one screeen shot di stasiun Paris tahun 1930-an, hiruk pikuk lalu lalang orang-orang, kesibukan para pekerja, penjual toko, dan pada akhirnya terlihat Hugo sedang mengintip Georges Miles melalu jam dinding stasiun. Kita dibawa seakan ikut merasakan hidup saat masa tersebut. 

Dan siapa yang tak kenal aktor Ben Kingsley? Aktor senior yang telah banyak membintangi film besar, saya sendiri baru sadar dia berperan antagonis di Prince of Persia. Dan rasanya pas sekali Hugo Cabret diperankan Asa Butterfield yang pertama kali saya lihat di film Nanny McFee 2 Big Bang. Penampilannya yang dekil, kusut dan kurus rasanya pas.

Dan pada akhir film, saya benar-benar menyadari makna tersirat dalam film Hugo melalui dialog-dialognya.

Sekedar informasi tambahan, nama karakter George Melies bukan semata rekaan. Saat saya membaca buku diakhir halaman, George Melies benar-benar nyata namun kepribadiaannya hanya imajinasi penulis novel tersebut, demikian juga tokoh Hugo dan Isabelle


Written by Asri
Credit : Wikipedia
Image by Google


Saturday, 10 March 2012

[Review Movie] The Adventures of Tintin :The Secret of the Unicorn : Pencarian Harta Karun Haddock

Akhirnya melihat ulang animasi yang dibuat versi motion picture dan 3D. Jika kalian penggemar serial buku Tintin pasti tak asing lagi dengan tokoh yang haus akan petualangan dan ditemani sang anjing peliharaan, Snowy. Pertama saia melihatnya di cinema kesayangan, namun aku pikir cukup layak untuk dilihat ulang bersama keluarga di weekend.

Cerita bemula saat Tintin, seorang reporter yang dikenal handal memecahkan kasus misteri dan Snowy berjalan-jalan di pasar kota London, dan tak sengaja menemukan penjual replika kapal Unicron yang legendaris. Tanpa sadar inilah awal mula petualangan Tintin untuk memecahkan misteri kapal Unicron yang tenggelam, asal usul keluarga Kapten Haddock dan Sang Red Racham.

Film animasi besutan Stephen Spielberg memang pantas ditunggu oleh penggemar Tintin, animasi yang dibuat beda dan tepat sekali dibuat versi motion picture karena mampu menggambarkan karakter dalam film secara nyata dan detail dari masing-masing tokoh. Saia lebih menyukai penggambaran karakter Captain Haddock disini. Seorang kapten yang kapalnya dibajak, pemabuk, lucu namun sebenarnya darah Haddock mengalir sebagai seorang pelaut ulung. Dan didukung suara Andy Serkis yang khas dan terasa pas.

Secara keseluruhan animasi ini tampil memukau dari segi visual, dan karena telah tayang lama dicinema akhir tahun lalu, sebenarnya layak untuk dilihat versi 3D-nya. Jalan cerita yang mengalir seru, inilah salah satu versi animasi terbaik petulangan Tintin dan sebenarnya Spielberg menggabungkan 3 buku Tintin untuk film ini, yaitu The Adventures of Tintin, The Crab with the Golden Claws (1941), The Secret of the Unicorn (1943) dan Red Rackham’s Treasure (1944).

Namun diantara banyak adegan, langsung teringat dengan adegan pertarungan Moyang Haddock dan Red Racham bertarung hebat di kedua kapal, ditengah lautan. Adegan mengingatkan saja dengan salah satu film Pirates of Caribbean.

Saia sendiri sempat membayangkan bagaimana jika The Adventur of Tintin disajikan dengan versi live action? kurasa belum tentu akan bagus hasilnya.

Dan saia menyelipkan satu kalimat panjang Quotes dari Captain Haddock :
"Failed. There are plenty of others willing to call you a failure. A fool. A loser. A hopeless souse. Don't you ever say it of yourself. You send out the wrong signal, that is what people pick up. Don't you understand? You care about something, you fight for it. You hit a wall, you push through it. There's something you need to know about failure, Tintin. You can never let it defeat you"

[Review Movie] The Artist , Film Hitam Putih Yang Menakjubkan!

Tak menyangka di jaman serba 3D bahkan telah hadir 5D, akan disuguhi dengan film bisu yang pertama kali saia tonton. Jelas ini pertama kalinya, karena film bisu hanya ada di tahun 1920-an atau awal abad 1900.

Film produksi tahun 2011, besutan sutradara asal Prancis ini, Michel Hazanavicus,berhasil memukau banyak penonton dan berhasil menyabet berbagai penghargaan, dan masih terhangat berhasil mendapatkan penghargaan best motiion picture atau film terbaik 2011 dan sutradara terbaik di ajang Oscar.

Pantas aku kira karena film ini mampu membius saia yang bisa dikatakan ini pertama kalinya melihat film hitam putih dan tanpa ada dialog.

Film The Artist bisa dikatakan memiliki alur yang sederhana. Berkisah tentang seorang artis yang popler kala itu tahun 1920-1930-an, George Valentin (Jean Durjain). Hampir seluruh film yang dibintanginya laku keras, dan digemari oleh semua orang, termasuk Peppy Miler (Berenice Bejo). Seiring berjalannya waktu, fim bisu dan hitam putih mulai tergerus oleh waktu dan tergeser dengan film dimana ada dialog suara antar pemain. Dan akhirnya George tenggelam, terpuruk dalam depresinya. Sedang peppy Miler tengah naik daun menjadi artis terkenal. Disinilah konflik terjadi antara Peppy Miler yang sebenarnya mengangumi George, dan membantunya keluar dari rasa depresinya.

Walau ini film bisu, jangan kuatir tidak mengerti alur ceritanya karena acting pemainnya yang bagus dan mengandalkan gerak tubuh dan mimic muka, dan disinilah tantangannya sebenarnya. Bagaimana menyampaikan cerita kepada pentonton tanpa dialog. Namun dibeberapa adegan disisip dengan teks tulisan dialog antar pemain, itupun tak banyak.

Dan diiringi dengan music khas tahun era 1920-an dipadu acting pemain, Michel benar-benar mampu menghidupkan film The Artis sebagai film bisu di era yang serba canggih.
Dan sangatlah pantas jika actor asal Prancis Dean Durjain dianugrahi actor terbaik di berbagai ajang seperti Golden Globe, Cannes, BAFTA Film Awards dan terakhir Academy Award alias Oscar.

Salah satu film yang berkesan menurut saia..tontonlah, dan rasakan kembali ke era jadul dikala hanya ada layar hitam putih.

Written by Asri

Tuesday, 16 August 2011

Movie Daddy Long Legs

Beberapa waktu lalu aku mencoba mendownload movie ini (sebenarnya sudah lama juga,hehe), karena mendengar kata-kata Daddy Long Legs dari drama City Hunter. Dan bermula dari mencari-cari film drama yang bagus untuk didownload dan tiba-tiba..aha! terpampang judul Daddy Long Legs! Aku mau buat preview sedikit.
Check this out..^^b
Terinspirasi dari sebuah novel yang berjudul sama, Daddy Long legs karya Jean Webster. Dan dimana Hyun Bin tampil sebagai cameo. Melihat Hyun Bin disini, sungguh berbeda dengan penampilan sekarang. Memang lebih muda'an (ya iyalah) dan masih tembem pipinya (pengen nyubit..hehe).

Film ini di bintangi oleh unni Ha Ji Won (Secret Garden) dan Yun Jung Hoom ( East Of Eden). Film yang dirilis 14 Januari 2005 ini mengambil setting di Korea Selatan, dan mengambil alur cerita yang penuh dengan adegan falshback di mana tokoh utama ini membayangkan masa lalu dari tokoh lain yang di akhir film mempunyai akhir yang tidak terduga!.

Ha Ji Won digambar kan sosok yang kehilangan orang tuanya dan harus berjuang hidup sendirian. Suatu hari dia menerima surat dari orang yang tidak diketahui, yang selalu membantunya membayar biaya kuliahnya sampai tamat.
Menyelesaikan kuliah dan bekerja sebagai penulis sesuai cita-citanya, dimana dia menempati sebuah rumah yang diperuntukan untuk Ha Ji Won dari perusahaan. Suatu hari, tanpa sengaja dia menerima surat email dari pemilik rumah yang ditulisnya setahun yang lalu, sebuah surat mengenai kisah cintanya kepada seseorang sejak dari bangku sekolah menengah.

Ceita pun mengalir di mana Ha Ji Won saat membaca surat-surat tersebut, pikirannya melayang membayangkan masa lalu sosok wanita penulis surat tersebut, seorang yang sanggup mencintai tanpa mengekspresikan perasaannya. Dengan hanya melihat sosok yang dicintai sudah membuat dia bahagia. Yang akan diketahui pada akhir film hubungan Ha Ji Won dengan sosok penulis email tersebut. Sayang, penonton harus sedikit bersabar untuk mengikuti jalinan ceita ini.

Film ini harus membutuhkan kesabaran untuk melihatnya, dan kejelian karena dimana film ini penuh dengan adegan flashback. Saya pribadi menyukai film ini, selain melihat akting Ha Ji Won dan sedikit penampilan Hyun Bin muda, film ini tidak terlalu menguras air mata dengan adegan kehilangan orang yang dicintai yang selalu dilebih-lebihkan di setiap drama, terutama adegan saat pemakaman! Tidak ada air mata bukan berarti film ini tidak bisa menyentuh. Justru, tanpa adegan menangis mengharu biru di akhir adegan saat kehilangan seseorang membuat kita sadar, takdir harus dihadapi dengan senyuman. Ekekeke, like unni Ha Ji Won.

Sekali lagi, persepsi, selera dan pendapat orang pada setiap film/drama tentu saja berbeda-beda, tetapi aku memberikan 4 jempol untuk film drama ini.


credit : Wikipedia

Thursday, 6 January 2011

Film : Gulliver's Travels

Kemarin tanggal 5 Januari merupakan hari libur karena diadakan "pesta rakyat" seantero kota Batam,yupps..pemiliham walikota. Berhubung saya adalah warga negara yang baik, rajin menabung dan tidak pernah menerobos lampu merah maka saya pun ikut memilih. Dan saya juga bukanlah penganut golputarisme..heheh. Setelah diadakan rapat keluarga alias berembuk maka diputusakan akan memilih calon A. Well..thats my family..aneh!.
hahahha *tertawa getir
Oiya..calon yang kami pilih untuk sementera unggul dalam pemilihan suara.*sungguh kami sebenarnya bukan fanatik mereka!

oke deh..lets off the main topic.

Libur rasanya kurang afdol jika tidak jalan-jalan keluar, maka saya pun memutuskan untuk melihat film Gulliver's Travel dicinema 21. Dengan berbekal tekad yang kuat maka saya pun kabur ke gedung bioskop favorit saya.
Aku preview sedikit filmnya ya..^^v

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms